Selasa, 29 Oktober 2013

BUKAN MALL SEMBARANG MALL.....


Bagi warga Depok khususnya Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, barang kali sudah mengetahui keberadaaan Mall Rongsok. Mall Rongsok ini berada di Jalan Bungur Raya No 4, pasti terlihat jelas di pinggir jalan karena pemandangannya yang khas dengan barang-barang rongsokan yang menumpuk dan menggantung membuat mata terpikat untuk hanya sekedar mampir untuk melihat-lihat.

Mall Rongsok ini dirintis oleh seorang pria kelahiran Banyuwangi, 6 Desember 1967 dan telah memiliki 5 orang anak hasil buah perkawinannya dengan istrinya, Sulistianingsih. Usaha Mall Rongsok ini dirintisnya sejak tahun 2010 ini bukan usaha pertama yang ia lakoni. “saya mah udah 29 pekerjaan saya cobain, mulai dari mekanik motor, mobil, apoteker, usaha studio musik, servis barang elektronik, jualan stiker” ujar Pak Agi -red: panggilan akrab Pak Nurcholis Agi. Ia terinspirasi oleh sosok almarhum ayahnya yang tak pernah lelahuntuk mencari peluang hidup.
Pak Agi memulai usaha Mall Rongsok ini tidak selalu berjalan lancar. Pak Agi pernah berurusan dengan polisi karena dituduh menjadi penadah barang curian yaitu kendaraan bermotor. Kendaraan tersebut diduga adalah barang curian karena dibawa oleh pemulung dari dalam bentuk terpisah.
Mall Rongsok itu sendiri menjual barang-barang elektronik, perabotan rumah tangga, alat-alat otomotif dan masih banyak lagi. Barang-barang yang berbeda dengan kebanyakan barang yang dijual yaitu pojok buku dan majalah bekas yang dapat dilihat dengan jelas ketika memasuki Mall Rongsok. Pak Agi menuturkan buku dan majalah tersebut ia dapatkan dari orang-orang yang menjual kepadanya. Mulai dari komik, novel, direktori, bukui lmu pengetahuan segala tingkat mulai dari SD sampai kuliah.
“Kalo mau nyari barang disini mah ya kudu sabar aja, kadang-kadang dapet yang bagus sama cocok” ujar Pak Agi. Berdasarkan pernyataan dari Pak Agi tersebut, barang-barang di Mall Rongsok ada yang masih dapat digunakan dan tidak dapat digunakan karena memang sudah tidak dapat diperbaiki. Namun nilai tambah dari Mall Rongsok ini yaitu barang-barang disini diperbaiki untuk dapat digunakan kembali dan memiliki waktu pakai yang lebih lama. Pak Agi memiliki 11 orang karyawan untuk bertugas mereparasi barang-barang yang ada dan  membantu operasional Mall Rongsok.
Pengunjung hari ini banyak yang memenuhi pojok buku untuk mencari buku-buku dan majalah-majalah. Ada yang mencari buku non-fiksi, fiksi dan juga majalah lifestyle dalam maupun luarnegeri. Pengunjung terlihat antusias mencari sebuah mutiara di tumpukan buku-buku dan majalah-majalah.
Barang-barang di Mall Rongsok unik dan bermanfaat, saya senang buku sejarah tapi sulit untuk mencarinya untuk ya paling ditata aja sih biar rapi” – Dedi, 33 tahun warga Depok Utara.
“Majalah lama membantu untuk mendapatkan data-data lama, walaupun lama tapi bahasannya lebih menarik isi bahasannya” – Sony, 42 tahun warga Depok Utara.
“Keberadaan Mall Rongsok di  sini lumayan membantu saya yang khususnya senang mengkoleksi buku-buku tua” – Yadi, 40 tahun, warga Kemang Jakarta Selatan.
Pak Agi menambahkan harga-harga buku di sini bervariatif mulai dari Rp 1000 sampai dengan Rp 30.000 per buku. Majalah pun juga dibanderol dengan harga yang murah mulai dari Rp 1000 – Rp 3000 atau malah jika pembeli hanya ingin membeli satu buah buku atau majalah, Pak Agi  kadang menggratiskannya untuk dibawa pulang. Pengunjung pun merasa terbantu dengan adanya Mall Rongsok ini karena dapat mendapatkan barang-barang dengan harga yang murah.

Keberadaan Mall Rongsok mengambil peran serta dalam menjaga lingkungan dapat memanfaatkan kembali barang-barang bekas. Barang-barang bekas dapat bernilai tinggi karena nilai histories dalam jangka waktu ke depan. Saat ini mungkin barang-barang ini dapat kita dapatkan dengan harga yang murah tapi siapa tau dalam 10 tahun ke depan dapat berharga sangat mahal. Jadi apa anda sudah berpikir untuk memanfaatkan kembali barang-barang bekas?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar